Muaro Jambi – Borobudur Writers and Cultural Festival (BWCF) berkolaborasi dengan Jurusan Sejarah, Seni, dan Arkeologi (Sesa) FKIP Universitas Jambi menggelar simposium Membaca Ulang Hubungan Muarajambi-Nalanda dan Arca-arca Sumatera.
Gelaran ini akan dihelat di Kota Jambi dan Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Muarajambi dari hari Selasa tanggal 19 November hingga Sabtu tanggal 23 November 2024.
Selain simposium, juga akan dihelat Pidato Kebudayaan, Ceramah Umum (lectures), Pertunjukan Seni, Pertunjukan Sastra, dan Pemutaran Film yang berkaitan dengan Sumatera.



Kegiatan ini sendiri bertujuan untuk mempromosikan KCBN Muarajambi sebagai satu di antara situs warisan dunia, sehingga kawasan Muarajambi diakui oleh UNESCO.
Muarajambi sendiri disebut-sebut sebagai pusat pendidikan Buddhis tertua dan terluas di Asia Tenggara.
Bisa dikatakan Kawasan Muarajambi sebagai universitas penunjang Universitas Nalanda di Bihar, India.
Selain menelusuri hubungan Muarajambi-Nalanda, kegiatan ini juga untuk mengenang kajian-kajian mengenai arkeologi Sumatera yang dilakukan Ibu Satyawati Suleiman(1920-1988).
Satyawati Suleiman merupakan arkeolog perempuan pertama Indonesia yang melakukan pernelitian terhadap artefak-artefak percandian Sumatera.
Maka, BWCF juga mengundang pakar-pakar arkeologi Sriwijaya, baik dari Indonesia maupun mancanegara untuk menyelami lebih dalam hubungan Muarajambi-Nalanda serta arca-arca di Sumatera.(*)
